Kamis, 20 Juni 2013

Tax Awareness



Tax Awareness

Saya Tidak Perlu Tahu Tentang Pajak  !!!!!!!!!

Benarkah Demikian 

Siapa bilang segala urusan soal pajak semata-mata menjadi tanggung jawab divisi pajak???
Dilapangan sangat mungkin terjadi sebuah perusahaan yang tidak memotong PPN, PPh Pasal 23 atau PPh Pasal 4 ayat (2) Final terhadap rekanannya terpaksa sekarat (hidup segan matipun sayang) karena harus membayar jumlah pajak yang besar ditambah lagi denda yang juga tidak sedikit. Nasib sial ini sering dialami oleh setiap perusahaan yang karyawannya kurang aware terhadap peraturan pajak. 

Hal ini juga dialami oleh banyak perusahaan.
Sering sekali tagihan yang masuk terpending pembayarannyahanya gara-gara perjanjian yang tidak mencantumkan pajak atau faktur pajak yang cacat, rekanan ngotot mau menerima penghasilan secara utuh. Kita sebagai team dalam perusahaan seharusnya sama-sama aware dengan peraturan pajak demi kelancaran oprasional dan efisiensi beban baik secara akuntansi lebih-lebih secara pajak. Tagihan keluar terpending karena kita bersama kurang aware terhadap pajak itu tadi. Tidak Cuma tagihan yang masuk dan invoice kita keluar yang terpending tetapi koreksi atas pemeriksaan Pajak juga bisa membesar dan beresiko untuk membayar bunga/denda hanya karena kurang aware terhadap peraturan pajak.  
Memang pajak kadang dipadang sebelah mata oleh sebagian karyawan, tetapi sebenarnya ini sangat penting untuk efisiensi perusahaan.  Jagan haya biar operasional jalan tetapi kita menanggung beban pajak  dan denda yang seharusnya tidak perlu, sehingga beban kita semakin besar.
Yang perlu digaris bawahi disini adalah tuntutan yang harus dimiliki oleh divisi non pajak haya sebatas awareness. Tidak perlu sampai ahli atau setingkat pakar perpajakan. Toh tidak lanjut dari awarnes itu sendiri nantinya akan dibicarakan dengan bagian pajak.
Setidaknya, tax awareness harus ada dibagian-bagian sebagai berikut :
  • Bagian akuntasi dan keuangan
  • Bagian pejualan / marketing
  • Bagian pembelian / purchasing
  • Bagian umum / general affair
  • Bagian personalia
  • Bagian hokum/ biro hokum / legal affair
  • Bagian produksi dan gudang
  • Bagian riset dan pengembangan
  • Seluruh karyawan
  • Pemegang saham 
Akuntansi dan keuangan 

Bagian finance ini adalah bagian terpenting dimata perpajakan karena berkaitan langsung dengan dokumentasi dan pembayaran kewajiban perpajakan. Orang-orang di bagian ini paling tidak harus memahami hal-hal sebagai berikut :
·         Kesesuaian akuntansi dengan ketentuan perpajakan
·         Waktu pembayaran dan jatuh tempo pajak terutang
·         Perbedaan akuntansi dan pajak
·         Deskripsi account-account dalam laporan keuangan
·         Kelengkapan-kelengkapan dokumen akuntansi dan perpajakan
Dalam kesempatan yang lain insyaallah penulis akan merinci hubungan-hubungan atas keterangan tersebut diatas agar kita semua bisa bersinergi mengembangkan perusahaan.

Penjualan / Sales / Marketing 

Salah satu aspek administrasi perpajakan yang harus mendapat perhatian bagian penjualan adalah:
  • Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPN dan PPn BM)
  • Bukti Pemotongan PPh Pasal 23
Kedua aspek pajak tersebut sangat erat hubungannya dengan Pajak atas penjualan tunai, penjualan kredit, penjualan dengan diskon, komisi, iklan dan promosi, pemberian barang sample (barang gratisan). Apalagi perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa.
Dengan hubungan erat tersebut menyebabkan bagian pemasaran secara administrative perlu mewaspadai dokumen-dokumen sebagai berikut :
  • Kontrak perjanjian yang ditawarkan agar perusahaan mendapatkan margin laba yang diharapkan.
  • Waktu pembayaran tagihan  serta syarat-syarat kelengkapan dokumen tagihan, kapan costumer mendapatkan diskon dan kapan customer mendapatkan pinalti.
  • Penjualan Barang / jasa yang dijual
  • Penjualan asset
  • Penjualan barang bekas dll
Dalam praktek, bagian penjualan bisa jadi tidak terlibat langsung dalam pembuatan dokumen-dokumen tersebut tetapi setidaknya bagian ini harus memahami dengan baik karakter barang yang dijual dalam kacamata perpajakan dan diharapkan bagian pemasaran dapat membantu keterjaminan pembayaran tagihan perusahaan.
Semua dokumen itu jelas harus dikoordinasikan dengan bagian-bagian lain seperti bagian gudang, bagian kurir atau pengiriman, dan bagian akuntasi dan pajak. Yang dimaksud koordinasi disini tidak saja prosedur standar perusahaan, melainkan juga kesamaan persepsi dalam segala aspek pajaknya.

Pembelian / purchasing

Dibagian pembelian yang perlu mendapat perhatian adalah administrasi yang berhubungan dengan :
  • Faktur Pajak Masukan
  • No. NPWP penjual
  • Kontrak perjanjian
  • Variasi pembiayaan atau jaminan
         Dokumen pendukung lain seperti PO, B/L, dok pengiriman  tanda terima barang dan sebagainya
Dengan pemahanan terhadap hal-hal diatas bagian pembelian bisa diharapkan untuk ikut menjamin ketepatan waktu diterimanya berbagai dokumen terkait dan memperlancar proses pencairan dana dari perusahaan.
Bersambung …………………………..


0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes